Monday, March 30, 2009

Sosialisasi Pemilu: Apa itu A5?

JAKARTA, KOMPAS.Com Sepuluh hari lagi Pemilu 2009 akan berlangsung. Namun, tetap saja ada kendala soal sosialisasi pemilu sehingga masih banyak kebingungan seputar pemilu yang dialami masyarakat, tidak terkecuali kaum akedemisi seperti para mahasiswa.

Hal itu tampak dalam acara sosialisasi dan simulasi pemilu yang diselenggarakan oleh Departemen Kerja Strategis Senat Mahasiswa FKUI di Jakarta, Senin (30/3). Acara yang dihadiri sekitar 150 mahasiswa FKUI itu menghadirkan anggota KPU Kota Jakarta Pusat Gede Narayana sebagai narasumber.

"Saya tidak tahu kalau saya masih bisa memilih," kata Karim, mahasiswa FKUI semester II asal Bandung.

Menurut dia, selama ini dirinya beranggapan tidak bisa ikut pemilu. Alasannya, dia bukan orang Jakarta.

Setelah mengikuti sosialisasi itu, ternyata dia baru tahu kalau ada solusi bagi mereka yang ingin ikut pemilu tetapi tidak berada di daerah asalnya. Caranya adalah dengan membawa formulir A5.

Menurut Gede mengurus A5 itu mudah. Hal pertama yang mesti dilakukan adalah melapor ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) asal. Langkah kedua, PPS akan memberikan formulir A5 yang mesti diisi dan ditandatangani oleh KPPS/PPS/PPK/KPU Kabupaten/Kota. Kemudian pemilih tersebut melaporkan kepada KPPS/PPS/PPK/KPU kabupaten/kota tempat yang bersangkutan akan memberikan suara dengan menunjukkan surat pemberitahuan dari PPS/KPPS asal (Model A5), paling lambat 3 (tiga) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara.

Cara ini terbilang repot dan memakan banyak waktu. Apalagi mengingat untuk FKUI saja banyak mahasiswanya berasal dari daerah. 50 persen mahasiswa FKUI umumnya dari daerah dan mereka tidak tahu apa itu A5, kata Deputi Manager Bidang Kamahasiswaan dan Alumni Ari Fahrizal Syam dalam sambutannya.

Adi, mahasiswa FKUI dari Jombang menyatakan niatnya untuk mengikuti pemilu. "Tetapi jujur, saya tidak ngerti ngurus A5. Mekanismenya tadi belum jelas," katanya setelah Gede selesai mensosialisasikan Pemilu yan g di dalamnya ada materi A5.

Gede tetap merasa optimis sekalipun untuk Jakarta banyak sekali mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari luar Jabodetabek. Memang sosialisasi secara khusus dalam kampus seperti di sini baru sekali ini dilakukan. Tapi, kami sudah sosialisasi A5 ini di banyak tempat dengan basis warga, kata Gede.

Karim dan Adi tidak sendiri, mahasiswa dari daerah seperti Fahmi yang berasal dari Madiun dan Rio dari Medan juga asing dengan A5. "Ibu saya (di Madiun) sedang mengurus itu (A5), tapi entah nanti ngirimnya bagaimana," kata Fahmi.

Terhadap persolan pengiriman ini, pihaknya sebagai penyelenggara Pemilu berbicara secara normatif. Artinya untuk pemilih yang memilih di luar wilayahnya aturannya seperti itu. Soal mekanisme bagaimana mengirimnya tidak dilihat KPU, pungkas Gede

C4-09

0 comments:

Template by : Kendhin x-template.blogspot.com